KEMENTERIAN AGAMA TINGKATKAN MUTU GURU

Sunday, 21 February 2010 (04:22) | 567 views | 10 komentar

JAKARTA – Kementerian Agama RI telah dan akan terus melakukan berbagai program peningkatan mutu guru di lingkungan kementeriannya, karena sesuai amanat UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, semua guru harus memiliki kualitas pendidikan minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D4). “Kementerian Agama setiap tahun menyediakan program peningkatan kualitas bagi guru yang belum memiliki ijasah S1, baik guru pegawai negeri sipil maupun guru non-PNS,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali pada rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta, Senin (15/2).

Dalam paparannya mengenai evaluasi penyelenggaraan Dana Abadi Umat (DAU), kebijakaan program pendidikan Agama Islam dan peningkatan kerukunan umat beragama itu, Menag menjelaskan bahwa berdasarkan persentase guru, jumlah guru non-PNS cukup besar, sehingga alokasi program peningkatan kualifikasi guru juga sebagian besar diberikan kepada guru non-PNS.
“Peningkatan kualifikasi tersebut dilakukan dalam bentuk pemberian beasiswa penuh atau bantuan studi bagi guru yang melanjutkan pendidikan S1 atas inisiatif dan biaya sendiri,” katanya.

Selain itu, menurut Suryadharma Ali, Kemenag RI juga memberikan beasiswa bagi guru terpilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 pada perguruan tinggi unggulan, dan sebagian besar dari penerima beasiswa S2 tersebut adalah para guru non-PNS.

Mengenai program peningkatan kualifikasi akademik bagi guru-guru yang belum memenuhi standar yang ditentukan oleh UU, Kemenag RI melaksanakan program tersebut dengan dua pola, yaitu peningkatan kualifikasi akademik terprogram yang dilakukan melalui pemberian beasiswa penuh, dan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dalam menyekolahkan guru madrasah atau guru agama Islam yang belum S1.
“Hingga saat ini guru yang telah lulus S1 melalui program tersebut berjumlah 6.186 orang. Tahun 2010 ini ada sebanyak 3.500 guru yang sedang menempuh program tersebut,” katanya.

Sedangkan pola lainnya adalah peningkatan kualifikasi dengan pemberian bantuan studi sebesar Rp 6 juta per orang per tahun untuk mempercepat penyelesaian studi bagi yang sedang menempuh S1 dengan biaya sendiri.

Pada tahun 2007, pemohon bantuan studi mencapai lebih dari 435.000 guru, dan Kementerian Agama telah memberikan bantuan bagi 38.768 guru untuk tahun 2007 dan 2008, tahun 2009 sebanyak 19.000 orang, sedangkan tahun 2010 direncanakan sebanyak 10.800 orang, katanya.
Kemudian untuk peningkatan kompetensi para guru, Kemenag RI pada tahun 2010 ini akan melaksanakan berbagai program peningkatan kompetensi, baik bagi guru PNS maupun non-PNS, di antaranya pengembangan proses pendidikan dengan cara dual mode system untuk 10.000 orang guru.
“Bantuan beasiswa S1 program kompetensi ganda juga diberikan kepada 2.800 guru dalam jabatan untuk meningkatkan kompetensi mengajar MIPA, komputer, dan bahasa Inggris bagi guru yang berlatar belakang sarjana agama,” katanya. (kemenag)